Insight Articles — Aug 02, 2022

Sleep Call: Telponan kok Sambil Tidur?

3 mins read

Share this article

Ramai di kalangan anak muda dan media sosial, istilah sleep call pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Apalagi untuk yang punya pasangan, sedang dalam masa “pendekatan”, dan terutama yang sedang menjalani hubungan jarak jauh. Bahkan sudah tidak sedikit juga yang menyediakan jasa sleep call dari media sosial Twitter atau TikTok.

 

Secara harafiah, sleep call berasal dari kata sleep yang berarti tidur dan call yang berarti panggilan atau telponan. Sleep call atau panggilan tidur adalah kegiatan voice call atau video call yang dilakukan dua orang pada malam hari hingga tertidur. Biasanya, kedua orang akan membiarkan panggilan tetap berlangsung sampai baterai ponsel habis, tapi tak jarang juga panggilan ini masih berlanjut saat bangun di pagi hari.
 

Setelah membaca penjelasan di atas, sebagian dari kita mungkin merasa bahwa sleep call malah menyusahkan, membuat HP kita panas, atau buang-buang baterai dan kuota. Meski begitu, sleep call bisa membantu banyak pasangan untuk merasa lebih dekat dan tidak kesepian seperti berada di satu ruangan yang sama, walaupun pada kenyataannya mereka berjarak puluhan atau bahkan ribuan kilometer.
 

Pada umumnya, sleep call dilakukan karena masing-masing dari pasangan ingin terus bersama menghabiskan harinya sampai tertidur. Beberapa orang juga ada yang tidak nyaman tidur sendiri, atau sering terbangun di tengah malam. Melakukan sleep call bisa membuat kita merasa selalu ada yang menemani, atau bahkan hanya mendengar suaranya saja bisa membuat kita jadi lebih tenang.
 

Menurut The Atlantic, seorang profesor komunikasi Universitas Stanford, Jeff Hancock, mengatakan bahwa tidur sambil video call adalah salah satu cara untuk menunjukkan komitmen seseorang. Ini menandakan kalau kita rela menghabiskan waktu dan energi kita untuk bersama pasangan, sehingga hubungan bisa jadi lebih erat.

 

Namun, sleep call tidak terlepas dari tantangan. Di beberapa waktu, keterbatasan teknologi bisa mengganggu kesempatan sleep call. Mulai dari paket data yang mahal, koneksi Wi-Fi yang kurang stabil, sampai perangkat kita sendiri yang tidak kuat.
 

Selain itu, terlepas dari manis dan romantisnya sleep call, jika terlalu sering dilakukan ternyata juga ada dampak buruknya untuk kita. Meski tidak langsung terasa, teknologi itu sendiri mungkin tidak ideal untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.

 

Cahaya biru yang dipancarkan dari layar ponsel memang sudah terkenal mengganggu penglihatan. Tapi ternyata di malam hari, cahaya biru juga bisa membuat kita lebih sulit tidur, apalagi kalau kita video call semalaman.

 

(Foto: HelloSehat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)

 

Mengutip Cleveland Clinic dari CNN Indonesia, cahaya biru adalah warna buatan yang meniru cahaya di siang hari. Ini bisa membuat kita lebih terjaga di siang hari, tapi malam hari adalah waktunya tubuh kita istirahat dan cahaya biru bisa mempengaruhi jam tubuh alami kita. Secara alami, manusia akan lebih berenergi di siang hari saat ada matahari dan lebih lelah di malam hari saat matahari terbenam.
 

Penelitian menemukan bahwa cahaya biru bisa menekan tingkat melatonin, hormon yang bertanggung jawab untuk mengontrol siklus bangun-tidur kita. Saat tubuh kehabisan melatonin, kita bisa jadi sulit tidur hingga mengalami insomnia.

 

Sleep call sendiri juga tidak jarang membuat kita terbawa suasana, terhanyut dalam pembicaraan, atau malah melakukan kegiatan lain sambil bertelepon. Hal ini tentu bisa membuat kita tidur lebih larut dan jam tidur jadi berkurang. Alhasil di siang hari, kita akan merasa lebih lelah, kurang konsentrasi, dan mengalami stress karena tubuh kurang istirahat.
 

Namun di samping semua itu, tetap ada sesuatu yang kuat dan indah dari hubungan yang dimediasi oleh teknologi. Mendengarkan ketenangan tidur dari orang yang kita sayang menjadi hal yang penuh makna, hingga bisa membawa ketenangan untuk diri kita sendiri juga.

 

Fenomena sleep call adalah hasil dari kemajuan teknologi, dari bertelepon hingga video call, menjalin hubungan jarak jauh jadi terasa lebih mudah. Walaupun tidak bisa disangkal, kebersamaan secara fisik tentu jauh lebih baik dari pada alternatif virtual ini.

 

Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu pernah atau tertarik melakukan sleep call juga?


 

Reference:

 

Share this article

Newsletter

Work

FAQ

Insights

News

Join The Team

Contact

Privacy Policy