Insight Articles — Aug 17, 2022

Hari Merdeka: Kenapa Harus Lomba?

3 mins read

Share this article

First of all, Happy Independence Day, Indonesia!

 

Tidak terasa tahun ini Indonesia sudah 77 tahun merdeka. Setiap tahunnya Hari Kemerdekaan Indonesia pasti dirayakan dengan upacara bendera, tapi selain itu juga pasti ada berbagai macam lomba. Lomba-lomba 17 Agustus ini biasanya sudah disiapkan oleh setiap komplek perumahan dan RT/RW masing-masing. Bahkan juga diadakan di setiap sekolah, kampus, atau tempat kerja, tentunya dengan mengikuti protokol kesehatan sejak ada pandemi.
 

Kalau sekarang, lomba-lomba 17an mungkin sudah banyak variasinya, sesuai dengan lingkungan dan kreativitas dari pengurus acara. Tapi tentunya akan selalu ada lomba-lomba 17an yang bisa dibilang “original” seperti; Balap Karung, Tarik Tambang, Makan Kerupuk, Panjat Pinang, dan lain-lain.

 

Menurut sejarawan dan budayawan, JJ Rizal, tradisi perlombaan untuk merayakan Hari Kemerdekaan ini sebenarnya baru dimulai tahun 1950-an dari inisiatif dan antusiasme masyarakat, bukan dari perintah negara. 

 

Bahkan dulu presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno juga ikut semangat mendukung kegiatan ini. “Dulu pemerintah terlibat sekali memeriahkan acara, bahkan Soekarno rela menandatangani buku untuk hadiah perlombaan,” kata JJ Rizal.

 

Lomba-lomba 17an ini berasal dari zaman penjajahan di Indonesia dulu, dan tradisi ini bukan sekedar untuk memeriahkan acara kemerdekaan, tapi setiap lomba juga punya nilai dan sejarah yang terkandung di dalamnya.


Balap Karung

Lomba ini biasanya menggunakan karung goni, di mana peserta harus memasukkan bagian kakinya ke dalam karung dan melompat-lompat sampai garis finish. Balap Karung berawal dari kesulitan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan kain sebagai pakaian layak saat masa penjajahan dulu. Jadi masyarakat menggunakan karung goni yang mudah ditemukan sebagai alternatif pakaian. Karung goni yang diinjak-injak di lomba

Balap Karung diartikan sebagai pelampiasan masyarakat Indonesia untuk

masa penderitaan dulu.

 

Foto: gramedia.com

 

Cerita mereka yang pernah Balap Karung:

“Malah bikin KAPOK, gara2 pas TK balap karung jatuh tersungkur smp berdarah + diketawain”

@salbjah on Instagram

 

Tarik Tambang

Ini adalah salah satu lomba yang butuh kekompakan, kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas dari anggota tim untuk meraih kemenangan. Persatuan tim untuk Tarik Tambang ini menggambarkan usaha keras para pejuang Indonesia untuk meraih kemerdekaan dari penjajah.

Foto: tokopedia.net

 

Cerita mereka yang pernah Tarik Tambang:

“Main tarik tambang di kompleks, panitia ngatur kelompoknya random. Akhirnya anak-anak kecil (termasuk saya pada masa itu ) ngelawan kelompok orang gede. Gaada 30 detik udah terseret kalah menyedihkan wkwk”

@hanairena on Instagram
 

“Dulu lomba tarik tambang sih tim gue badannya yang gede semua, jadi udah optimis menang”

@dewinilaa on Instagram

 

Makan Kerupuk

Peserta harus berusaha menghabiskan 1 kerupuk yang diikat dengan tali tanpa menggunakan tangan, biasanya tangan akan diikat di belakang tubuhnya. Lomba ini berasal dari kesulitan pangan di Indonesia saat masa penjajahan, selain itu juga mengajarkan kita untuk tidak mudah menyerah dan bersyukur walaupun hanya dengan kerupuk.

 

Foto: Urban Asia

 

Cerita mereka yang pernah Makan Kerupuk:

“Lomba makan krupuk pas SD, gak mau kalah (jiwa kompetitif), tapi malah bedarah giginya”

@calvinmaksim on Instagram

 

Selain lomba-lomba di atas, ternyata ada juga beberapa cerita menarik lainnya:
 

“Pernah lomba cepet-cepetan makan popmi, terus tetangga gue curang. Ternyata dia minta temennya bantuin, yang satu makan mi, yang satu kokop kuahnya. Uda gitu yang minum kuah taro es batu di mulutnya biar ga kepanasan”

@elllpapiii on Instagram
 

“Main lomba tusuk balon air di RT, tapi takut ama balon pecah. Jadi, nyerah duluan”

@windiphandiana on Instagram

 

“Pas cerdas cermat menang terus sampe gak boleh ikutan lg”

@gohantofu on Instagram

 

“Pas kecil pernah dipaksa ikut lomba ngambil koin yang ditusuk2 di semangka, udah gitu semangka dan koinnya diolesin mentega. Sekarang inget2 lagi kok jorok juga ya? Mau aja lagi”

@hannanovt on Instagram
 

Permainan tradisional yang bersejarah ini semoga bisa terus kita lestarikan, karena selain mendukung semangat dan persatuan, lomba-lomba ini juga sudah jadi identitas masyarakat Indonesia.

 

Reference:

 

Share this article